Press keramik lantai/dinding

Press keramik lantai/dinding.
Bahasa Indonesia agak sulit mendapatkan kata kata yang sesuai tuk proses pembuatan keramik lantai/dinding. Jadi akan saya campurkan kata English dan Indonesia.
Pertanyaan, kenapa keramik harus di press?
Jawab:
Pembentukan body, artinya raw material yg awalnya tidak memiliki bentuk, akan dibentuk secara geometric, tapi bukan sembarang bentuk.
Membuat body kompak, membentuk body yg kompak agar tahan terhadap gangguan mekanikal, kimia dan kimia-fisik .
Mengeluarkan udara dari dalam body, yang terdapat diantara granula. Dikenal juga sebagai deaeration.

Jenis press:
Mechanical presses
Hydraulic presses
Isostatic presses

Hydraulic presss adalah aksi press dengan merubah tenaga hydraulic menjadi tenaga perubahan dan pemampatan bentuk. Yang terpenting bagi hydraulic press adalah konsistensi tenaga pressing pada setiap siklus dan konsistensi kecepatan siklus.

Siklus pressing:
Awal siklus adalah mengisi powder/bubuk kedalam cavity mould oleh filler box (drawer, charger).
Langkah berikutnya adalah menurunkan upper punch untuk siap melakukan tekanan.
Lalu pressing pertama dilakukan, dengan intensitas dan lama waktu yang sesuai agar udara dapat keluar dan dikenal sebagai deaeration.
Kemudian dilakukan satu atau lebih pressing dengan kekuatan penuh, untuk mencapai tingkat kekompakan yang dibutuhkan.
Akhirnya, tile didorong keatas. Kemudian drawer mengisi powder tuk siklus berikutnya, sambil mendorong green-tile keluar press.

Cacat akibat press:
Lamination
Punches kotor
Tepi bergerigi
Pinggul sisi kecil atau tipis
Cacat lain yang Nampak
Masalah bengkok
Kekompakan tidak rata
Ketebalan tidak rata
Panjang sisi tidak sesuai

Penjelasan cacat pada press:
Lamination
Penyebabnya :
Ukuran powder/bubuk terlalu halus
Powder/bubuk terlalu basah (>10%)
Powder/bubuk terlalu kering (<3 p="">Note: Bila lamination terjadi, harus segera menghubungi laboratorium untuk cek kebasahan. Untuk poin b dan c tidak dapat dilakukan perbaikan apapun pada press.

Mengatasi Laminasi:
Bila kebasahan powder/bubuk tinggi, turunkan tekanan press pertama sebanyak maksimal 20Bar, juga bila laminasi terjadi di tepi atau dipermukaan.
Bila kebasahan powder/bubuk rendah, naikkan tekanan press pertama sebanyak maksimal 20Bar.
Deaeration harus disetel, tambahkan waktu agar udara dapat keluar sebelum pressing berikutnya.
Cidera Ejection (retak halus pada sisi tile).  Cidera ini berhubungan dengan cacat laminasi, terjadi bila bottom punches bergerak keatas lebih cepat dari upper punches. Sehingga terjadi yang disebut sebagai “sandwiched”. Kurangi kecepatan ejection.
Setelah pressing, tile akan berusaha expansion/mengembang. Karena itu tak boleh ada delay/penundaan terlalu lama untuk ejection, tetapi juga tak boleh zero delay.
Pengereman, dapat menyebabkan laminasi juga.
Tujuan pengereman, untuk menghindari upper punches (cross piece) terlalu cepat turun ke cavity dan menyebabkan berterbangannya powder/bubuk kearah tepi atau keluar cavity. Hal ini akan mengakibatkan kurang kompaknya sisi tepi tile.
Kurangnya pengisian powder/bubuk kedalam cavity dan tidak meratanya pengisian powder/bubuk dapat pula menyebabkan laminasi.

Dies kotor

Hal ini disebabkan powder/bubuk tidak melekat kompak pada tile, sehingga terjadi sisa melekat pada die.
Aturannya, body yg sangat plastis akan membuat permukaan dies bersih.
Juga permukaan besi akan lebih mudah kotor dari pada permukaan polyurethane pada dies.
Hal hal yang menyebabkan dies kotor:
Kebasahan, semakin tinggi kebasahan powder/bubuk akan semakin mudah kotor.
Particle size distribution, semakin halus powder/bubuk akan semakin mudah cepat kotor. Demikian pula bila semakin kasar. Proporsi distribusi ukuran powder/bubuk yang baik dan konsisten dibutuhkan.
Operator harus sering melakukan pembersihan dies secara berkala.


Tepi bergerigi.
Umumnya disebabkan
Moulds yang sudah aus (worn-out)
Ejection terlalu cepat.
Liners tidak terpasang benar.
Tekanan terlalu tinggi menyebabkan tile expansion terlalu banyak.
Liners kurang kemiringan, tuk memberikan ruang tuk tile melakukan expansion.

Pinggul sisi kecil atau tipis

Disebabkan oleh:
Moulds atau liners yang sudah aus (worn-out)
First drop punches yang terlalu tinggi atau rendah.

Cacat Nampak:

Halo atau window framing, akibat terlalu cepatnya upper punches (cross piece) turun yang menyebabkan powder/bubuk halus berterbangan kearah tepi.
Permukaan bergelombang, bila dilihat pada sudut sinar 60°
Hal ini disebabkan polyurethane terlalu tebal, diatas 0.9mm.
Ketebalan polyurethane akan menyebabkan pergerakan rubber yang lebih masif sehingga menimbulkan efek gelombang.
Ketebalan rubber 0.5 s/d 0.9 mm adalah yang terbaik, sedangkan ketebalan 0.2 mm akan menyebabkan permukaan lebih halus dan tentunya biaya lebih mahal. Cara periksa ketebalan rubber menggunakan Coating Thickness Gauge, yang biasa digunakan pada pengukuran tebal cat tembok. Karena sama menggunakan bahan rubber dan turunannya.

Bengkok
Diketahui bahwa setelah pressing, keramik akan mengembang/ekspansi. Selama pergerakan ejection tile, akan menggerus liners dan menjadikan bengkok. Karena itu kecepatan ejector sangat penting dan sedemikian sehingga sesaat dengan pergerakan naik upper punch (cross piece) tanpa menjadi “sandwiched”

Kekompakan tidak merata
Hal ini dapat diukur dengan menggunakan alat penetrometer.
Tidak meratanya disebabkan oleh tidak level mould atau pengisian powder/bubuk tidak benar.
Bila satu titik penetrasi rendah (angka rendah), maka dapat mengisi lubang honeycomb grill dengan spons. Inilah salah satu kegunaan honeycomb grill dibandingkan dengan parallel plate grill.

Ketebalan tidak rata.
Bila terjadi, maka operator harus melakukan pemeriksaan distribusi bubuk didalam cavity. Mengatur saat jatuh pertama bottom punches agar terdapat cukup bubuk mengisi bagian depan cavity. Atau mengatur sirip sirip drawer agar lebih lebar kearah depan.

Panjang sisi tidak sesuai.
Frame dan punches tidak level
Pengisian powder/bubuk tidak rata pada hopper press
Filling drawer tidak rata mengisi cavity

Tambahan:
Grill
Grill pada drawer terdiri dari 2 macam yaitu parallel plate dan honeycomb.
Honeycomb umumnya digunakan pada keramik porcelain/homogenous. Kenapa? Karena saat salt & pepper powder/bubuk, tidak akan menghasilkan garis garis titik titik yg istilahnya smearing. Smearing dihasilkan karena adanya butiran warna tertentu yang tertarik ke plate karena efek elektro static. Honeycomb tidak menimbulkan garis smearing karena profilnya berupa sarang lebah, bukan garis lurus spt pada parallel plate.
Kegunaan lainnya dari honeycomb grill adalah bisa diselipkan spons pada lubang yang diinginkan, sehingga pada area itu akan berkurang powder/bubuk. Dan mengakibatkan penetrasi akan bertambah (semakin dalam).
Jadi honeycomb sangat baik tuk semua jenis keramik lantai/dinding.

Penyisipan plate kuningan
Untuk menyamakan hasil penetrasi dan mengakibatkan ukuran hasil bakar menjadi baik, umumnya disisipkan plate tipis dari kuningan.
Bila diletakkan diantara upper punches dan top magnet plate, maka penetrasi akan makin rendah. Sebaliknya bila diletakkan diantara lower punch dan bottom magnet plate, maka penetrasi akan makin tinggi.
Keuntungan disisi upper punch adalah lebih cepat pengerjaan.
Kerugian disisi upper punch adalah mudah bergeser sehingga bisa membuat kerusakan pada liners atau upper punch jatuh.
Keuntungan disisi lower punch adalah lebih tahan lama dan stabil.
Kerugian disisi lower punch adalah lamanya pengerjaan.
Jadi tentunya dipilih lower punch disisipkan plate tipis, karena secara total akan lebih aman dan pada akhirnya lebih murah.

Teknik memindahkan posisi dies.
Bila terjadi beberapa cavity yg kecil dan beberapa cavity yang besar dan tidak dapat dijangkau oleh tekanan oli pada isostatic upper punches maupun penggunakan plate tipis. Maka bisa dilakukan pemindahan posisi cavity.
Dalam pembuatan upper punches, semua proses dikerjakan dengan cara yang sama dan ketebalan rubber yang sama serta di grinding rata. Sehingga kemungkinan terjadi perbedaan antar upper punches adalah sangatlah kecil.
Dalam pembuatan lower punches, adalah serupa dengan upper punches. Tetapi tidak untuk lower punches dengan permukaan tidak rata (non-flat surface). Seperti rustic surface dan lain lain.
Jadi untuk non-flat surface lower punches, akan ada kemungkinan perbedaan ketebalan punches yang akan menyebabkan perbedaan size.
Jadi memindahkan posisi punches pada non-flat lower punches adalah berguna utk mengatur size seimbang. Tukarkan cavity lower punches yg besar dengan yang kecil.
Untuk upper magnetic telah diselaraskan dengan grinding, demikian pula liner mould. Jadi size tergantung dari ketebalan lower punches + ketebalan upper punches + jarak drop pertama dari mould.

Check list utk operator press:
Ukur ketebalan tile setiap jam
Periksa penetrasi tile setiap jam
Periksa temperature oli
Periksa siklus per menit
Periksa besarnya tekanan press, dan kalibrasi bila diperlukan
Periksa cacat permukaan, kotor dan sisi bergerigi setiap setengah jam
Periksa tekanan angina dari silinder utama.
Periksa saringan diatas hopper press.
Periksa magnet diatas hopper press.
Pecahkan tile menjadi kepingan kecil tuk melihat laminasi setiap setengah jam.
Jaga dan periksa kebasahan powder/bubuk.
Periksa level tanki oli setiap shift.
Bersihkan press secara menyeluruh setiap shift.
Periksa lubang bawah (pit) press setiap shift.
Periksa suhu upper/lower/frame
Bersihkan drawer setiap shift
Periksa kebocoran oli dan laporkan
Pastikan area press dan dryer tetap bersih.
Laporkan bila terjadi kerusakan atau kesalahan operasi.





Komentar